Skip navigation

Category Archives: sosial

Liburan kali ini saya mendapat kesempatan untuk liburan di Balikpapan. Kota yang memiliki motto Kota Beriman, Bersih Indah Aman dan Nyaman. Saat ini saya sedang menyelesaikan study di salah satu perguruan tinggi di Malang. Pulang dengan menggunakan maskapai penerbangan Batavia Air melalui Bandara International Ir. Juanda Surabaya. Kebetulan saya hobi fotografi, tapi saya hanya membawa kamera yang ada pada Valencia saya.


Ini adalah suasana di lorong ruang keberangkatan dari Juanda Airport. Bandara yang bertaraf international ini cukup megah dengan segala kelengkapannya.

Kebersihan adalah nilai utama yang harus ada pada tempat-tempat umum di Indonesia. Berbagai upaya dilaksanakan oleh pengelola bandara agar tempat tersebut terlihat bersih dan nyaman dipandang. Sangat sulit memang mengubah mindset orang yang menganggap bahwa peraturan itu dibuat untuk dilanggar. Sehingga membuat Bangsa Indonesia menjadi tempat sampah umum. Upaya untuk menjaga kebersihan pada Lapangan terbang berkelas nasional ini sangatlah bagus. Disamping ada petugas kebersihan yang bekerja, orang yang menggunakan fasilitas airport juga diajak untuk menjaga kebersihan.

Ini adalah sedikit cerita yang bisa saya bagikan ketika berada di Juanda Airport. :)
Buat semuanya, saya mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2010.
Selamat berlibur…

Banyak hal-hal yang sulit disatukan antara Ilmu pengetahuan dan agama. Khususnya Ilmu pengetahuan bagi masyarakat modern. Dengan dialog mungkin bisa menjadi penengah antara keduanya. Seperti yang telah diadakan di Universitas Ma Chung yaitu Dialog tentang “Aborsi dan Euthanasia dalam perspektif agama” dan “Harmony in Diversity”. Dialog seperti ini diharapkan melahirkan rasa saling menghargai peran dan posisi masing-masing guna membangun sebuah masyarakat yang lebih manusiawi, demokratis dan menghargai hak-hak asasi manusia.juga tidak menghasilkan keterpinggiran agama dari kehidupan sosial.

Semakin banyaknya aksi saling menjelekkan agama satu sama lain akhir-akhir ini, seperti film fitna, membuat kita tidak tinggal diam untuk merefleksikan dan merumuskan kembali posisi dan makna agama-agama dalam dunia modern. Peran agama sudah semakin sempit, Suara lembaga-lembaga keagamaan yang menyangkut dampak etis dari persoalan publik seperti aborsi dan euthanasia kurang mendapat respon yang wajar dari pelakunya. Tugas untuk mencari solusi atas masalah-masalah ini mulai diambil alih oleh Ilmu pengetahuan. Sehingga keterpinggiran agama dalam masyarakat modern menimbulkan konflik antara agama dan ilmu pengetahuan. Adakah alternatif yang dapat menyelesaikan masalah ini?

Ada seorang filosofi sosial Jerman yang terkemuka menganalisis masalah ini melalui teori interaksi komunikatifnya, yaitu Habermas. Ia mengembangkan konsep rasionalitas kehidupan bersama. Menurutnya, dialog rasional merupakan salah satu basis penting guna mewujudkan kehidupan bersama secara damai antar umat manusia dengan asal, iman, bahasa dan budaya yang berbeda-beda. Bukan bahasa senjata, melainkan senjata bahasa yang dibutuhkan. Dan senjata bahasa itu tidak pernah boleh digunakan untuk mematikan lawan. Dialog tidak boleh menghasilkan kubu yang kalah dan yang menang. Tujuan dialog adalah menjelaskan rasionalitas kehidupan bersama sehingga semua orang bisa setuju atau mencapai sebuah konsensus rasional.

Habermas juga berpendapat bahwa aksi terorisme yang terjadi pada tanggal 11 September 2001 merupakan ungkapan nyata ketegangan antara iman dan pengetahuan. Dengan kata lain Iman dan Ilmu pengetahuan, agama dan sekulerisasi seoolah-olah merupakan dua kekuatan yang tidak pernah bertemu dan saling menghilangkan. Habermas menggolongkan paham yang keliru ini dalam 2 model. “Model pertama ia namakan Verdrängungsmodell. Menurut paradigma ini, agama dalam masyarakat modern akan lenyap dan posisinya akan digantikan oleh ilmu pengetahuan dan ideologi kemajuan masyarakt modern. Model yang kedua dikenal sebagai Enteignungsmodell. Di sini, sekularisasi dan modernitas dianggap sebagai musuh agama kerena ia telah melahirkan kejahatan-kejahatan moral”. Para pelaku aksi teroris 11 September 2001 bertolak dari pemahaman seperti ini tentang sekularisasi dan ingin membangun kembali “moralitas” agama dengan jalan kekerasan.

Kita tidak perlu mengikuti kedua paham yang keliru tersebut, karena sebenarnya agama dan ilmu pengetahuan dapat hidup berdampingan. Kita coba gunakan commonsense yang rasional dan demokratis. Sehingga tercipta hubungan yang dirasa terbuka antara agama dan ilmu pengetahuan, akan lebih baik lagi apabila ilmu pengetahuan dapat melengkapi agama demi mewujudkan kehidupan yang layak berlandaskan nilai moral. Karena didalam agama juga mewajibkan setiap orang untuk mencari ilmu, memiliki wawasan yang luas.

Kalau kita melihat kata kata dari seorang ilmuwan besar, “Einstein: Ilmu pengetauan tanpa agama adalah pincang”. Hal ini membuktikan bahwa diperlukannya keselarasan antara Ilmu pengetahuan dan agama. Semoga kita semua dapat berkontribusi nyata dalam penyelarasan Ilmu pengetahuan dan agama dalam kehidupan yang selalu berlandaskan agama ini.


Pak Sabar dan Om Fathur menyiapkan posisi sapi untuk kemudian di sembelih

Hari Raya Qurban atau umat Islam sering menyebutnya Hari Raya Idul Adha, adalah salah satu hari besar agama Islam. Hari besar ini merupakan sunnah yang ada pada zaman Nabi Ismail yang kemudian terus berlanjut sampai sekarang. Saya tidak akan membahas tentang bagaimana sejarahnya, tapi saya akan menceritakan tentang bagaimana suasana hari besar tersebut.

Saat ini saya sedang study di Malang, dan saya masih merindukan euphoria hari besar keagamaan di kampung halaman saya, Balikpapan. Saya tinggal di daerah yang ramai dan warganya sangat kompak. Di hari-hari menjelang Idul Adha seperti ini saya sering merindukan suasana di rumah. Saya coba membuka album foto saya untuk menceritakan kembali suasana yang saya ridukan. Foto-foto ini diambil tahun 2006 tepatnya 3 tahun yang lalu.


Senyum ceria yang selalu ditampilkan dalam kebersamaan


Bahu-membahu memindahkan sapi untuk dikuliti –> Walaupun berat, kalau dilakukan secara bersama akan terasa ringan juga.. :)


Membagi daging sapi untuk kemudian dibungkus dan disalurkan kepada warga sekitar

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.